Skip to main content

GAGALKU TERUS TERUSAN ! SEBAH !

Nggak satu dua curhatan mulai berdatangan, 
entah dari temen, tetangga, saudara, bahkan sampai netizen online, "NGELUH" !! 
"GUA GAGAL LAGI DAN LAGI DI INTERVIEW"..............




Proses rekrutmen yang gapernah gak ada alias SELALU ADA disetiap perusahaan yaitu tahap "INTERVIEW". Proses interview merupakan proses yang paling dinanti-nanti oleh semua calon pegawai bahwasanya melalui interview bisa dijadikan ajang untuk meyakinkan dan mengulas diri sedalam mungkin di depan User sampai akhirnya klik dengan kemauan User (insyaAllah). Ada yang rejekinya sekali interview lgsg lolos, ada yang udah berkali kali interview user "Masih GAGAL", bahkan ada yg bilang selalu belepotan dan semua berakhir dengan obrolan basi "Gue Gagal Lagi di Interview User !! Gue Bingung harus gimana ???? dan akhirnya PASRAH memilih untuk nganggur, main, ngabisin duit bonyok, mabok hingga mendedikasikan diri menjadi artis tiktok/ youtuber/ endorsement -->it's OK jika itu pilihan 😓😑) 

As well as you know wahai kaum kandidat, Interview merupakan "PROSES TERPENTING" karena disitu terjadi gejolak antara pertimbangan dan pertimbangan baik dari recruiter sampai user tiap departement. Actually tidak semua orang bisa melewati proses ini dengan mulus karena banyak pertanyaan-pertanyaan menjebak bahkan ada yang outside of mine sampai akhirnya menjawab dengan hiperbola mania 😹hingga berakhir dengan inbox email dari HRD "TERIMAKASIH ATAS PARTISIPASINYA DENGAN INI KAMI MENYAMPAIKAN ANDA BELUM DAPAT DITERIMA DIPERUSAHAAN KAMI" //auto resah\\. Tapi tida usa kuatir ada pihak pihak terseyeng (Orang tua, pacar, sahabat, teman online) yg selalu support "Jangan Sedih, Coba lagi, mungkin bukan disitu rejekinya, Coba Lagi💓" (alhamdulilah dikuatkan💪)......

Nah, di blog pertamaku ini, mau memberikan tips-tips untuk menjawab pertanyaan interview yang munculnya random tapi M e m a t i k a n versi #PenolongKarir, Are you Ready ? Mari TEMPUR !! 

  1. Pertanyaan : "Sebutkan Kekurangan Anda"
        Saat diberikan pertanyaan “Apa kekurangan kamu?” pasti langsung terpikir sifat buruk yang ada di dalam diri. Dalam hal ini jangan menyebutkan kekurangan-kekurangan yg negatif ke HRD saat proses interview, ya! Misalnya kekurangan diri kamu: ngambekkan, egois, suka marah-marah ato sering lupa/pelupa/suka lupa/sejenisnya, tapi saya akali dengan membuat catatan kecil 😑😑(zuzur sebagai pendengar setia kandidat ampe bosen dan apal). Hal itu bisa gaswat dan HRD tentu akan pikir-pikir kembali untuk hire kamu.

Contoh cara menjawab pertanyaan tersebut adalah: “Saya sulit untuk menolak saat seseorang meminta bantuan kepada saya, padahal saya masih memiliki pekerjaan lain yang harus diselesaikan, akan tetapi saya akan tetap menyelesaikan pekerjaan saya karena sudah menjadi tanggung jawab saya”.



     2. Pertanyaan : "Kenapa Kami Harus Menghire Anda"?
       Pada saat muncul pertanyaan seperti ini, untuk para freshgraduate bisa menceritakan pengalaman selama di kampus pernah mengikuti kegiatan organisasi/ kegiatan kursus diluar kampus yang telah diikuti (jangan berbohong). Tapi, untuk yg sudah berpengalaman bisa diceritakan pengalaman kerjanya dan achievement yg didapat selama bekerja, jika belom achive ceritakan skill baru yg didapat dan bagaimana pengaplikasiannya dannn pesan untuk para Fresh Graduate tell to user that I've got a (achivement) .... or I can do (hardskill)...., or I have a good (soft skill)..... till the conversation to be continue. Ingat, be active but don't hyper. Jika user sampai melakukan sesi tanya jawab dengan antusias kemungkinan besar (80%) relate dengan posisi yg sedang dicari. 



     3. Pertanyaan : "Kenapa Kamu Memutuskan Untuk Pindah Perusahaan?"
    Pertanyaan ini selalu menjadi pertanyaan awal buat para kandidat yang berpengalaman kerja. Dalam case seperti ini ceritakan secara General, jangan menjudgement negatif perusahaan sebelumnya karena pihak HRD sering kali melakukan kroscek ke perusahaan sebelumnya dan attitude awal akan dilihat bad kalau terjadi demikian.

Contoh cara menjawab : Saya ingin pindah dari perusahaan sebelumnya karena saya ingin suasana baru, terlebih budaya perusahaan yg saya lamar relate dengan kepribadian saya sehingga saya bisa maksimal untuk berkontribusi ditambah pengalaman saya sebelumnya sesuai dengan posisi ini (Jika sesuai posisinya). Apabila tidak sesuai posisi yg lamar, ceritakan skill positif yg nantinya bisa dikontribusikan terutama hardskill (jika naik level).




      4. Pertanyaan : "Ada yang mau kamu tanyakan"? 
      Sesi terakhir, biasanya jadi pertanyaan ini menjadi ciri khas sesi terakhir dari sebuah interview, dalam pertanyaan ini jangan menjadi buas untuk menanyakan yg seharusnya tidak patut dipertanyakan di sesi interview awal. Misalnya : "Range berapa lama saya bisa naik jabatan ?". Pokoknya hindari pertanyaan-pertanyaan mendalam saat interview awal. Lain halnya, kalau sudah interview user yang terakhir pertanyaan sensitif tentang gaji/ jabatan/ yg lain bisa ditanyakan (Noted : krywn sudah berpengalaman kerja). 




Jadi, sudah ada gambaran kan sahabat onlineku untuk menghadapi tahap interview?. Pesan saya jawab dengan tanggungjawab, hindari hyperbola yg jauh dari ekspektasi diri dan pastinya yakinkan User bahwa kalian mampu berkontribusi dan berkembang bersama. Good Luck !       



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

How to adapt "Company Culture" in Multinational company ?

 How to adapt "Company Culture" in Multinational company ?  First and foremost, we should have the same thought that whatever our present job is, the most important thing is Commitment !! Why is this a must? Working without feeling is a waste of time ! keep it in mind! Should be happy, proud or sad working with a multinational company ?  Definitely should be HAPPY and PROUD because can be the winner in the crowd of job seeker, firstly we said "Puji Tuhan, Alhamdulillah" and after this ready to WAR in the Bule cycle 😎 Okay then, depends on the true story or real experiences working in multinational company is very challenging WHY ?  1. Working with active people (ga tua ga muda ambis tjoy)  2. Impersonate EXPATRIATE (sokap doi ? anak gang mane nih)  3. Target - quality - improvement - achieve - repeat 💪 ! (Should be not excuse!)  4. Faster work cycle, time is money bos !   5. Throwing non value addict in many possibility  Those are...

"Stuckers" Will be Move On.

I'm Stopped, I am done, I am enough, I dont know what should I do after this? I am S tuck ...situasi seperti ini selalu hinggap bak kebutuhan primer, always on but difficult to move on. Nah, in below saya mau memberikan sedikit tips (having insight from research too) ketika merasa " Stuck " and can't do anything: 1. Knowing ur " Productive time"   Mengenali waktu produktif pribadi, merupakan langkah awal untuk mengurangi " Stuck " situation in ur life. Dengan memahami waktu produktif kalian insight untuk menjadi lebih kreatif, energi-energi positif untuk berpikir pasti akan lebih bermunculan. After this, when u've got an achievement please reward ur self, shopping, traveling etc whatever u want maybe. 2. Reminding "All of ur Efforts" till GOT this !  Sometimes stuckers lupa, felt so " Stuck " hanyalah pemberhentian yg sementara, WHY ? mereka hanya lupa terhadap semua -Efforts- yg udah diupayakan till go...